Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasionalisme

HUT ke 77 RI : MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI

Pasti semuanya pengen Indonesia maju. Tapi ya gak usah jauh2, kita berusaha memperbaiki diri kita. Ya pragmatisnya, "Syukur2 bisa berkontribusi ke negara (lewat apapun). Tapi kalau belom bisa ya jangan jadi ngerepotin orang lain atau jadi sumber masalah". "Menaklukkan diri kita sendiri" Jadi kunci. karena setelah kt menaklukkan diri kita bs mengontrol diri kt sendiri, bukan karena dorongan dr orang lain. Menaklukkan diri ini saya nyederhanainnya adalah sbb: Mengenali diri sendiri jadi tahu apa apa karakte kt. kelebihan dan kekurangan Menentukan tujuan dan prioritas apa yg ingin dicapai dan bagaimana caranya sesuai karakter kt Berusaha secara konsisten dan gigih walau pedih Mengurangi atau meninggalkan apa yg melenakan kita untuk mencapai tujuan. Tawakkal soal hasil. Karena hasil kadang gk sesuai ekspektasi dan tanpa pengakuan. Open mind terhadap pola pikir, masukan, peluang2 baru, kolaborasi dll agar semakin berkembang Mudah2an dengan menaklukkan diri kita send...

SHAUM, PRIBADI BERTAQWA & PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA

Tadinya mau targetin menghasilkan beberapa tulisan. Ternyata bikin 1 saja sudah Alhamdulillah. Mudah2an tulisan ini cocok untuk mengakhiri Ramadhan tahun ini. Tentunya tulisan ini juga sebagai self reminder. Ramadhan 2018 ini saya memiliki target pribadi, yaitu mempelajari ciri-ciri orang ber-Taqwa. Sembari berjalannya Ramadhan, saya coba baca beberapa ayat di Quran, artikel dan mendengarkan ceramah-ceramah dari beberapa tokoh di Youtube. Entah bagamana pencarian saya berakhir dengan keyword yang saling berhubungan yaitu SHAUM, TAQWA dan PEMBANGUNAN KARAKTER.   Saya coba rangkum dalam tulisan ini. A. SHAUM MEMBENTUK PRIBADI BERTAQWA Berdasarkan QS 2 Al-Baqarah ayat 183, kita ketahui bahwa tujuan Shaum (Puasa) di Bulan Ramadhan adalah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Mungkin pertanyaan berikutnya adalah, seperti apakah pribadi yang bertaqwa itu? Pada awalnya, saya berpikir ciri orang bertaqwa terlalu abstrak untuk saya pahami. Namun ternyata beberapa ayat yang me...

Keindonesiaan dan Keumatmanusiaan

Catatan: tulisan saya ini mungkin tidak bisa dipukul rata untuk semua bidang, karena ada beberapa bidang yg saya rasa sudah kondusif di Indonesia. Dulu ketika saya masih dilanda Chauvinisme akut (cinta negara berlebihan) menganggap bahwa setiap warga Indonesia yg berkarir diluar negeri adalah kurang nasionalis. Tapi setelah melihat realita yang terjadi memang ada beberapa bidang yg menurut saya memang tidak kondusif di negeri kita tercinta ini. Temuan2, hasil karya dan lainnya yang bisa menjadi solusi2 untuk umat manusia diberbagai bidang malah kadang jadi tidak bisa "muncul" akibat macam2, premanisme dari grassroot sampe lembaga pemerintah tertinggi, kebijakan2 yg kadang rancu, dll. Hasilnya? Belom para insan menerapkan hasil temuan atau karyanya sudah dihadang macem2. Upeti, rumitnya birokrasi, dan paling jahat sampai pencurian karya dan diklaim sendiri. Akibatnya para insan tersebut mungkin lebih memilih keluar negeri dan berkarya disana dengan kesejahteraan dan ik...

INTROSPEKSI PARA "PENGISI KEMERDEKAAN"

Ya Allah ampuni kami para pengisi kemerdekaan.... Ketika para pemimpin kami caci maki karena sibuk berebut harta rakyat, kami menggunakan uang orang tua untuk hal-hal yang tidak bermanfaat Ketika para pemimpin kami caci maki karena bolos menyuarakan suara rakyat, kami menyia-nyiakan waktu kuliah kami untuk game online dan baca 9gag Ketika para pemimpin kami caci maki karena mengambil keputusan yang dianggap tidak tepat kami malah tidak mengambil keputusan apapun dan hanya mencaci maki di dunia maya Ya Allah ampuni kami, para pengisi kemerdekaan.... Ketika pendahulu kami berjuang untuk kemerdekaan dengan segala keterbatasan, kami malas bekerja keras karena laptop rusak dan internet mati Ketika pendahulu kami ,antar suku, agama, dan ras berkolaborasi melawan penjajah, kami enggan bekerja sama untuk berkarya karena merasa jurusan/keilmuan kami paling hebat. Ketika pendahulu kami, setiap hari memikirkan bagaimana caranya untuk merdeka kami memikirkan bagaimana caranya...

Doa Untuk Indonesia

Negaraku, kini engkau sudah 66 tahun... Telah banyak peristiwa-peristiwa membanggakan hingga memalukan yang terjadi di negera ku ini. Aku yakin semua hal ini bisa menjadi pelajaran yang berharga, sehingga engkau bisa lebih "Dewasa"... Aku sudah melihat beberapa negara. Dan aku semakin yakin, sebetulnya Negaraku ini tidak kalah hebat dengan negara-negara lainnya. NEGARA KITA KURANG APA? Kekayaan alam melimpah Kebudayaan beragam Bertabur suku bangsa dan beragama NEGARA KITA KURANG APA? Mungkin kita kurang RASA SYUKUR. Dengan berbagai kelebihan negara kita,  kita hanya melihat kelemahannya saja sehingga kita selalu dibalut pesimisme dan keminderan. Jadinya kita malu sebagai bangsa Indonesia. Mungkin kita kurang BEKERJA KERAS Pernah ku melihat suatu negara yang "tidak punya apa-apa" namun berkat kerja keras pemimpin dan rakyatnya, dia bisa ngacungin dan ngibulin negara "yang punya segalanya". "Punya segalanya" tetapi tidak d...

Berapa % kandungan Produk INDONESIA kamu?

Teringat dengan slogan2 "Cintai Produk Dalam NEgeri" dan "I Love Produk Dalam Negeri" kadang membuat terenyeuh juga. dan sedikit berpikir ironis. Kita udah merdeka (katanya), tapi belum sepenuhnya merdeka, terutama dibidang produk, yang berhubungan dengen ekonomi tentunya. "Ah masa?? gak percaya gw", sahut pikiran saya yang lain " betul kok, coba kita liat yang melekat di badan kita berdasarkan negara pembuatnya" Produk2 yang menempel di tubuh saya 1. Pakaian - Kaos 1: Italia, - Kaos 2 : INDONESIA - Jaket       : INDONESIA - Celana Panjang: INDONESIA - Celana Dalam : INDONESIA - Kaos Kaki     : INDONESIA Perlengkapan badan - Sepatu Hyking  : Inggris - Sepatu biasa  : China - Sepatu Futsal : INDONESIA - Jam tangan     : Jepang - Ransel            : INDONESIA - Tas kaki          : INDONESIA...

[Edisi Serius] Negara Kita Butuh Momen atau Simbol Penyemangat.

Suatu ketika saya mengadakan perbincangan santai dengan seorang teman saya tentang apa yang bisa membuat suatu bangsa disegani bangsa lain. Pada pembicaraan tersebut, teman saya itu mengatakan negara kita itu butuh momen penting agar dipandang bangsa lain. " Misalnya, Amerika memiliki momen penting yang bisa dibanggakan ketika memenangi Perang Dunia II, Perancis menang Piala Dunia 1998. Atau ada alien nyerang bumi, dan negara kita berhasil ngalahin alien, itu contoh momen penting, negara kita kayaknya kurang momen penting seperti itu." ia menjelaskan. Lalu saya pikir, benar juga, kita kurang momen yang bisa dibanggakan. Atau banyak tetapi kita tidak memperhatikan dan diabaikan? Apakah, Proklamasi kemerdekaan, Perang 10 November 1945 di Surabaya yang heroik itu, atau apa? Dari beberapa cerita, kalo menyebut kata Indonesia di luar negeri, paling ingetnya Bali, Soekarno, Bencana atau sama sekali gak tau. Lalu, pada suatu waktu, saya menonton sebuah film yang berjudul In...