Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label random

Music In My Life (Part 2: Masa Kuliah-Sekarang & Refleksi)

(Lanjut dari Part 1  https://tebeahmad.blogspot.com/2020/04/music-in-my-life-part-1-masa-sd-sma.html ) MASA KULIAH (2007-2012) Masuk era Kuliah di FSRD ITB, dari awal gw sudah punya niat untuk milih kegiatan yang bisa ningkatin “karir” bermusik gw.  Gw memutuskan untuk masuk kegiatan unit kegiatan mahasiswa komunitas musik bernama “Apres! ITB”. Disini wawasan dan pengalaman bermusik gw cukup meningkat. Selain ikut ngurus organisasi dan jadi panitia acara-acara, kesempatan manggung banyak muncul. Ada event manggung internal yang rutin diadakan (kalau tidak salah) 2 bulan sekali bernama Musik Petang (Mustang) di lingkungan kampus. Di acara ini anggota organisasi bebas membuat grup band dan membawakan lagu sesuai tema acara. Misalnya temanya “Classic Rock”, “Pop 90s”, “Jazz”, dan sebagainya. Melalui acara ini jadi banyak nyobain lagu-lagu yang beragam. Dari mulai mainin “Jump” nya Van Halen hingga “Wannabe” nya Spice Girls. Pernah juga bikin dan main lagu komedi sama band y...

Music In My Life (Part 1 : Masa SD-SMA)

Sejak kecil gw pernah nyoba berbagai hobi, seperti sepakbola, bikin film, Bahasa Inggris dsb. Tapi dari semua itu mungkin hanya 1 yang gw masih gw lakuin sampai sekarang, yaitu musik. Karena itu gw mau sedikit cerita tentang musik di dalam hidup gw. Musik menjadi bagian penting hidup gw. Gw merasa banyak hal yang terbentuk di diri gw karena belajar musik. Gw bakal bahas perjalanan bermusik gw dari TK sampai sekarang, cita-cita bermusik dan hal-hal lainnya.(berasa bikin otobiografi) MASA TK-SD (1993-2001) Interaksi dengan musik mungkin dimulai ketika kecil sering diputerin papah di Kaset dan CD lagu-lagunya The Beatles, Queen, Koes Plus, Chrisye dll. Ketika itu musik belum menjadi ketertarikan gw. Di sekolah pun, eskul musik bukan menjadi pilihan gw. Sampai ketika kelas 4 SD, orang tua gw “mencekoki” gw untuk les organ (electone) di Yamaha Pusat Jakarta. Bagi yang belum tahu, Electone kerap disebut Organ, alat musik electronik yang terdiri dari Upper Keyboard, Lower Keyboard dan P...

Berpikir dan Fanatik

" Orang Indonesia mengajari agama nya hanya WHAT dan HOW nya. Tetapi tidak dengan WHY?" kata Seorang Ustadz yang mualaf. Mungkin pernyataan diatas tidak hanya untuk urusan agama tapi hal2 lain juga seperti pelajaran sekolah dll. Hal tersebut menyebabkan kita tidak tahu sebenarnya, apa sih gunanya mempelajari ini sehingga kita menjalani sesuatunya hanya karena "udah kayak gitu dari sananya", "semua orang melakukan itu" atau "udah turun temurun" tanpa adanya kesadaran pribadi. Akibatnya adalah Fanatik.Fanatik dalam artian Percaya-percaya aja terhadap sesuatu tanpa dipelajari dan diklarifikasi. Dan sayangnya tuduhan2 Fanatik ini hanya ditujukan untuk orang /ormas Islam saja. (mungkin memang ada yang seperti itu).Tapi menurut saya agak aneh kalo ditujukan untuk Islam saja Orang yang berhaluan Liberal, Komunis, Nasionalis pun sebetulnya juga cenderung Fanatik. Gak hanya ideologi, orang yang ansos pun cenderung fanatik juga dengan ke ansos a...

Perubahan makna kata munafik???

"Yah, saya kecewa sih Lady Gaga tidak jadi konser.. Pihak yang tidak  setuju gak usah munafik lah ngelarang-larang." kata seorang cewe menanggapi batalnya konser Lady Gaga  saat diwawancara sebuah stasiun televisi.  "Tapi gw gak munafik dengan nyeramahin orang" kata seseorang menanggapi seorang ulama yang membahas suatu hal. "Okelah, gw gak solat, tapi gw gak munafik kayak lo. Solat tapi masih ngaco."  kata seseorang yang ketika diajak solat temennya Itu merupakan beberapa pernyataan tentang penggunaan kata Munafik /munafiq.  dibawah ini pengertian Munafik menurut Hadits :  "Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya" (HR. Bukhari dan Muslim). Dari satu sisi, mungkin penggunaan kata oleh mereka benar. Mungkin saja orang2 yang mereka katakan munafik, memang munafik. Yaitu Ngomong...

Gimana Bagaimana caranya Misahin Urusan-urusan sehari dan Agama?

Ada beberapa orang hingga ormas yang gencar menyuarakan bahwa "Pisahkan urusan agama dengan urusan sehari-hari (Bernegara, berprofesi dll) ". Tapi Bagaimana caranya? Coba kita merenung sejenak: - TIDAK KORUPSI / agama kita ngajarin kayak gitu - BEKERJA SECARA PROFESIONAL & BERTANGGUNG JAWAB / agama kita ngajarin kayak gitu - TIDAK MALAS-MALASAN / agama kita ngajarin kayak gitu - MENUNTUT ILMU SETINGGI2NYA/ agama kita ngajarin kayak gitu - TIDAK BERKATA & BERPERILAKU KASAR / agama kita ngajarin kayak gitu - BEKERJA SECARA SISTEMATIS DAN TERATUR / agama kita ngajarin kayak gitu. - KALO JUALAN BARANG GAK NIPU / agama kita ngajarin kayak gitu - MENJAGA KEBERSIHAN / agama kita ngajarin kayak gitu - TIDAK ANSOS DAN PEDULI KEPADA SESAMA / agama kita ngajarin kayak gitu juga Aduh, gimana ya caranya misahin urusan agama dengan urusan sehari-hari??? gimana ya gimana?

Hikmah dari Perjalanan Itu

Dari postingan-postingan sebelumnya pada edisi travel ke beberapa kota di Eropa tersebut, ada beberapa hal yang saya dapatkan dan patut kita cermati. Mudah-mudahan share pengalaman ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Tentunya bangsa eropa secara peradaban pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang jauh lebih maju daripada Indonesia. Mungkin sudah puluhan langkah lebih maju daripada Indonesia yang terlalu banyak kisruh politiknya. Meskipun maju dibidang tersebut, ada juga sisi negatif yang tidak patut kita contoh. Berikut ini merupakan hal-hal yang harus kita contoh dan tidak: Yang Patut dicontoh: - ETOS KERJA YANG TINGGI . dari cerita2 yang saya dengarkan dari pengalaman kakak saya dan teman saya, orang Eropa memiliki etos kerja yang cukup tinggi dan ambisius. Jika ada satu bidang yang mereka sukai, pasti akan dia dalami hingga mendetail, sangat ambisius. Mungkin bisa dilihat dari orang Jerman dengan industri otomotif nya yang menghasilkan berbagai inovasinya. Untuk hal ...

Tren Fashion Beberapa Tahun Kedepan?

Perkembangan fashion, khususnya untuk wanita, berkembang sangat cepat. Mungkin jaman dahulu perkembangannya 1 tahun sekali. Beberapa tahun kemudian jadi 1 bulan sekali. Beberapa tahun kemudian jadi 5 hari sekali. Dan entah kenapa, makin kesini, trennya makin serba minim. Makin minim, tapi harganya makin maksimal. Sebuah anomali. Sementara, orang primitif di pedalaman afrika, mungkin perkembangan fashionnya 1 dekade sekali. Mari kita bandingkan. Tahun pertama Pecandu Fashion : Zamannya Rok besar dengan Ornamentasi Primitif : Telanjang dengan penutup kemaluan 10 Tahun Kemudian Pecandu Fashion : Zamannya  Rok sederhana dibawah lutut Primitif : Telanjang dengan penutup kemaluan 20 Tahun Kemudian Pecinta Fashion : Zamannya Rok mini diatas lutut Primitif : Telanjang dengan penutup kemaluan 30 Tahun Kemudian Pecinta Fashion : Zamannya Celana ketat kayak pesenam Primitif : Rok besar dengan ornamentasi 40 Tahun Kemudian Pecinta Fashion : Zamannya hot pants yang k...

[Edisi Serius] Negara Kita Butuh Momen atau Simbol Penyemangat.

Suatu ketika saya mengadakan perbincangan santai dengan seorang teman saya tentang apa yang bisa membuat suatu bangsa disegani bangsa lain. Pada pembicaraan tersebut, teman saya itu mengatakan negara kita itu butuh momen penting agar dipandang bangsa lain. " Misalnya, Amerika memiliki momen penting yang bisa dibanggakan ketika memenangi Perang Dunia II, Perancis menang Piala Dunia 1998. Atau ada alien nyerang bumi, dan negara kita berhasil ngalahin alien, itu contoh momen penting, negara kita kayaknya kurang momen penting seperti itu." ia menjelaskan. Lalu saya pikir, benar juga, kita kurang momen yang bisa dibanggakan. Atau banyak tetapi kita tidak memperhatikan dan diabaikan? Apakah, Proklamasi kemerdekaan, Perang 10 November 1945 di Surabaya yang heroik itu, atau apa? Dari beberapa cerita, kalo menyebut kata Indonesia di luar negeri, paling ingetnya Bali, Soekarno, Bencana atau sama sekali gak tau. Lalu, pada suatu waktu, saya menonton sebuah film yang berjudul In...