Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

KERJA SAMA INDUSTRI FILM dan MILITER

Foto produksi dari film "Transformers : Revenge of The Fallen"  Tulisan ini berawal dari rasa penasaran saya,” kenapa ya film-film Hollywood (Amerika) bisa membuat film action/perang yang terasa “Real”. Salah satu elemen yang membuat film-film tersebut real adalah hadirnya dukungan personil dan alutsista (pesawat, helicopter dll) militer asli. Pertanyaan berikutnya adalah, “Kok militer AS bisa mau “muncul” cuman buat film doang?”. Berikut ini sedikit hasil “riset” saya.  Sinergi tersebut bisa terjadi karena adanya irisan kepentingan diantara kedua pihak tersebut. Seperti apa irisan kepentingannya?  PRODUSEN FILM Para produsen film tentunya ingin membuat film yang dapat menghibur dan laku oleh penonton. Realisme pada film menjadi salah satu daya Tarik dalam suatu film. Adegan aksi yang melibatkan militer pada sebuah film tentunya harus digambarkan “serius” agar membuat penonton hanyut dalam cerita. Misalnya ada aksi pertempuran militer AS dengan suatu...

"Wealth and Power”: Proses RRT Menjadi Superpower

Judul Buku: Wealth and Power : Cina’s Long March To The Twenty-First Century Penulis : Orville Schell dan John Delury Masih gak percaya akhirnya selesai juga baca buku yang tebel ini mengingat hampir 80% waktu baca buku ini adalah di kamar mandi sambil buang hajat. Sedikit demi sedikit akhirnya selesai juga. Sebelum membahas sedikit cerita soal isi buku ini, mau ceritakan dulu kenapa akhirnya saya membeli buku ini. Seperti yang kita tahu, negara Republik Rakyat Cina atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengalami kemajuan yang sangat pesat, khususnya dalam bidang ekonomi dan teknologi yang menjadikan RRT sebagai kekuatan baru disamping Amerika Serikat. Mendengar cerita-cerita kenalan-kenalan saya yang menjelaskan bahwa RRT pada tahun 1945an mengalami kondisi yang kurang lebih sama dengan Indonesia membuat saya ingin tahu, Mengapa dan bagaimana RRT bisa berubah? Apa yang terjadi? Proses apa yang dilakukan? Pada Oktober 2014 saya pergi ke Surabaya untuk menonton HUT TNI ...

PEserta Demokrasi yang tidak sportif

ngeliat berita terkini, (kasus kudeta Presiden Mursi di Mesir) tampak nyata bahwa Demokrasi hanya boleh dimenangi oleh golongan tertentu.  Kalo golongan lain yang menang? demokrasi dilupakan.  Dan akhirnya, para penganut demokrasi langsung berubah menjadi otoriter.  Jujur aja, gak SPORTIF!