Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Konsisten

Konsistensi menjadi syarat sukses dunia akhirat. Di beberapa ayat Quran. Orang2 yang mau beribadah dalam keadaan apapun menjadi ciri2 yg peluang sukses dunia akhiratnya tinggi. Salat menjadi sarana utk melatih konsistensi diri. Solat 5 waktu setiap hari apalagi kalau bukan utk melatih konsistensi. Ada kalanya kita semangat solat, kalau lagi senang saja, atau ketika lagi sedih dan ditimpa kesusahan saja. Ada kalanya juga baru mau solat kalau senggang saja, tapi ketika sibuk jadi tidak solat. Sedekah juga. Ada kalanya kita mau sedekah kalau lagi punya uang saja, tp ketika sedang kesulitan jadi berhenti sedekah. Atau ketika sedang senang kita sedekah, kalau sedih berhenti sedekah atau sebaliknya. Konsistensi selalu jadi ujian bagi umat manusia. Siapa yg lolos dia yg sukses. Berarti kebaikan sudah jadi kebiasaan. Latihan tersebut seharusnya terealisasi dalam kehidupan sehari2. Apakah kita berlaku baik dengan orang yang berbuat baik saja ke kita atau siapapun? Atau apakah kita hanya bekerja...

Random Ramadhan : Berkaca dari Cap vs Cap

April 2021 ini menandai 2 tahun pasca dirilisnya film yang memberi kesan baik bagi banyak orang, yaitu Avengers End Games. Ada adegan yang sampai sekarang geli sendiri kalau nonton karena kok kerasa relate banget. Ada 2 adegan. Yang pertama yaitu ketika the Avengers di masa kini (tahun 2023) harus time travel ke masa lalu di tahun 2012 untuk mencari infinity stones. Captain America / Steve Rogers harus kembali berada dalam satu lift dengan Agen-agen Shield (yang ternyata Hydra) agar dapat mengambil tongkatnya Loki. Seolah kayak déjà vu lagi dari film Captain America : Winter Soldier. Capt yang seolah akan adu jotos lagi seperti momen sebelumnya itu memilih untuk menggunakan cara yang lebih cerdik, yaitu dengan menggunakan frase ajaib “Hail Hydra” sehingga cap bisa mengambil tongkat Loki tanpa harus ada jotos. Yang kedua adalah, setelah keluar dari lift, Captain America / Steve Rogers bertemu dengan dirinya di tahun 2012. Akhirnya pertarungan tidak terelakkan. Yang kocak adalah keti...

Pengalaman Pribadi Dalam Menghafal Quran

Sekitar Ramadhan 2 tahun terakhir saya punya resolusi untuk memulai kembali menambah hapalan Quran. Awalnya sih, dimulai dengan motivasi sederhana, “Solat rasanya kok bacaannya Surat “Qul-Qul” melulu dan surat-surat pendek lainnya sehingga ketika solat sering kali cuman diucapin dimulut saja, tetapi kepala kemana-mana karena surat-surat pendek tersebut seolah sudah otomatis dapat dibaca tanpa mikir (dan kebanyakan belum paham artinya). Jadinya saya merasa kurangnya kekhusyuan dalam solat saya.  N amun dari hari ke hari membaca Quran beserta terjemahannya secara terus menerus, saya mulai merasakan bahwa membaca Quran sangat berpengaruh baik kepada kehidupan saya dan mulai mengetahui berbagai petunjuk-petunjuk di dalamnya. Karena itu saya mulai meniatkan untuk memulai kembali menghafal Quran. Mungkin terakhir kali saya intensif menghapal Quran adalah ketika SD (karena SD saya SD Islam). Niat saya tersebut makin bertambah besar setelah mendengar pesan seorang ustadz bahwa :...

Ramadhan, Taqwa dan Sosial

Selamat datang Bulan Ramadhan 2020 (1441 H)! Alhamdulillah disaat pandemi Covid-19 kita masih diberi kesempatan untuk masuk ke Bulan Ramadhan. Semoga kita semua dapat melakukan ibadah puasa, solat tarawih, baca Quran dan sebagainya. Walau hanya dirumah saja. Insya Allah bulan Ramadhan akan semakin memperkuat jiwa kita dalam menghadapi krisis akibat pandemi tersebut.  Pada tulisan ini, saya akan membahas sedikit tentang topik yang sering dibahas di bulan Ramadhan, yaitu Taqwa. Seperti yang disebutkan di Al-Baqarah ayat 183, Ibadah Puasa pada bulan Ramadhan yang ditujukan bagi orang-orang Beriman, bertujuan untuk membentuk pribadi-pribadi yang bertaqwa. Mungkin karena kendala bahasa, kita mungkin belum memahami makna kata “taqwa”. Saya mungkin tidak akan membahas definisinya. Tapi langsung membahas apa saja ciri-ciri orang yang bertaqwa. Saya sendiri sempat berpikir bahwa orang taqwa itu orang yang gak pernah dosa, gak pernah salah dan seperti pertapa. Tetapi ternyata tid...

COVID DAN SYUKUR

Pandemi global virus Covid 19 membuat kita semua diharuskan melakukan Physical Distancing agar penyebaran virus tersebut berhenti, berkurang atau setidaknya melambat. Bentuk physical Distancing adalah diharuskannya untuk beraktivitas dirumah (bagi yang bisa), menghentikan pusat-pusat keramaian dan sebagainya. Kesempatan bersilaturahim pun menjadi hal yang sangat mahal yang akhirnya dapat difasilitasi lewat audio call, video call, video conference dan sebagainya. Beberapa minggu yang lalu sempat video call dengan teman-teman kuliah. Selain berbagi cerita tentang kabar, kondisi bekerja di rumah dan kekhawatiran dampak pandemi terhadap ekonomi, kami juga mulai berbagi tentang mulai jenuhnya di tempat tinggal masing-masing sehingga ketika ada kesempatan untuk keluar rumah membeli kebutuhan seolah jadi hiburan tersendiri. Sebelum pandemi, refreshing adalah ke Mall, nonton di bioskop, kongkow di café, melesir ke luar kota atau ke luar negeri. Sekarang saat Pandemi seolah standar refres...

ISLAM & PEMBANGUNAN KARAKTER

Sudah lama pengen nulis soal Islam dalam konteks bermasyarakat dan bernegara. Setelah nonton beberapa ceramah atau kuliah dari beberapa tokoh, baru kebayang arahnya. Kualitas karakter sumber daya manusia (SDM) mungkin masih menjadi masalah yang kerap menghantui negara Indonesia. Lalu bagaimana Islam dapat relevan dengan permasalahan karakter SDM tersebut? Kira-kira itulah topik pada tulisan ini. Selamat menikmati! 1.   MASALAH BERSAMA Masih hangat soal pilpres dan pileg kemarin, sejujurnya saya tidak terlalu ambil pusing dan memihak  secara belebihan kesalah satu kubu Pilpres ini bagi saya paslon 01 dan 02 punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan saya berpandangan bahwa tidak ada yang pernah instan dalam mengubah Indonesia. Gak bisa “misalnya calon X kepilih, maka otomatis beres semua” .  Entah 01 dan 02 yang akan kepilih, keduanya (jika salah satu menjabat) akan menghadapi tantangan-tantangan yang sama yang perlu dibenahi.   Cukup soal pilpres, ...

HAL-HAL YANG MENJAUHKAN MUSLIM DARI ISLAM

Bahasan berikut ini saya ambil dari beberapa ceramahnya ustad Nouman Ali Khan. Mungkin yang belum tahu profil beliau bisa dibaca disini. https://nakindonesia.wordpress.com/2017/01/05/biografi-nouman-ali-khan/ https://nakindonesia.wordpress.com/2018/04/02/kisah-hijrah-ustadz-nouman-ali-khan/ Sudut pandang yang berbeda mungkin menjadi hal yang menarik untuk saya sehingga ceramah beliau sangat menarik untuk disimak. Dalam beberapa ceramah beliau, kadang beliau tidak selalu membahas soal fiqih, isi AL-Quran, tetapi juga soal “teknis-teknis” di lapangan dalam mengaplikasikan Islam. Ada topik yang sangat mengena untuk saya, untuk memudahkan saya beri judul seperti diatas. Alih-alih menghakimi masyarakat yang “jauh dari Islam”, Beliau malah justru memberikan introspeksi kepada umat Islam yang sebetulnya adalah masalah di internal muslim sendiri yang membuat sebagian muslim menjauh dari Islam. Memang contoh-contohnya kebanyakan di Amerika dan Pakistan, tetapi saya pikir masih r...

SHAUM, PRIBADI BERTAQWA & PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA

Tadinya mau targetin menghasilkan beberapa tulisan. Ternyata bikin 1 saja sudah Alhamdulillah. Mudah2an tulisan ini cocok untuk mengakhiri Ramadhan tahun ini. Tentunya tulisan ini juga sebagai self reminder. Ramadhan 2018 ini saya memiliki target pribadi, yaitu mempelajari ciri-ciri orang ber-Taqwa. Sembari berjalannya Ramadhan, saya coba baca beberapa ayat di Quran, artikel dan mendengarkan ceramah-ceramah dari beberapa tokoh di Youtube. Entah bagamana pencarian saya berakhir dengan keyword yang saling berhubungan yaitu SHAUM, TAQWA dan PEMBANGUNAN KARAKTER.   Saya coba rangkum dalam tulisan ini. A. SHAUM MEMBENTUK PRIBADI BERTAQWA Berdasarkan QS 2 Al-Baqarah ayat 183, kita ketahui bahwa tujuan Shaum (Puasa) di Bulan Ramadhan adalah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Mungkin pertanyaan berikutnya adalah, seperti apakah pribadi yang bertaqwa itu? Pada awalnya, saya berpikir ciri orang bertaqwa terlalu abstrak untuk saya pahami. Namun ternyata beberapa ayat yang me...

BUYA HAMKA : Salah satu ulama terbaik Indonesia

Bingung mau nulis apa selama Ramadhan ini, jadinya saya nulis utk "mempromosikan" apa yg akhir2 ini saya baca. Ketika ingin belajar islam, sebagai orang Indonesia tentunya kt perlu juga merujuk kepada ulama2 Indonesia. Kenapa? Menurut saya sederhana. Karena ulama Indonesia menurut saya lebih bisa membahasakan ajaran Islam yg mereka pelajari di sumbernya (dunia timur tengah) dengan sesuai konteks sosial budaya politik indonesia dibanding mempelajari ulama timur tengah yg ajarannya di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Lalu siapa ulama Indonesia yg bisa jadi rujukan belajar Islam? Saya merekomendasikan salah satu ulama besar, yaitu Buya Hamka. Ketika waktu sekolah mendengar nama Buya Hamka, saya tidak terlalu aware tentang mengapa iya menjadi salah satu ulama terbaik tanah air. Dalam 3 tahun terakhir kebetulan saya mulai membaca buku2nya karangan Buya Hamka, khususnya buku2 tematik yg dikemas dalam buku2 kecil seperti: - keadilan sosial dalam sosial - lembaga h...

UNTITLED

Catatan: - tidak ada jokes pada tulisan ini juga. Jadi jangan kecewa haha - penulis melalui tulisan ini tidak berniat untuk sok suci dan sok bener. Hanya ingin menyampaikan pikiran saya yg mudah2an bener - tulisan ini Gak bermaksud untuk menyudutkan pemeluk agama tertentu. Hanya menyoroti berbagai fenomena yg terjadi disekitar kita dan diantara kita sebagai masyarakat. Mungkin kalo ngeliat realita yg menyedihkan seperti melihat suatu sistem yg membuat mayoritas manusia didalamnya rusak, membuat super pesimis. Ditambah apalagi peran media yg bikin seolah "semuanya orang jahat" makin bikin kite makin down. Sampe lupa sebetulnya didalamnya sebetulnya masih ada orang2 baik yg tidak ingin terbawa arus buruk. Tentunya kita semua gak mau terbawa sampak akibat sistem yg buruk, karena itu salah satu caranya adalah bergaul atau menjalin silaturahim dengan orang2 baik tersebut. Diharapkan hal tersebut bisa semakin menguatkan prinsip kita untuk tetap tidak terbawa arus...

Review buku : Keadilan Sosial Dalam Islam

Baru baca buku menarik yang ditulis oleh ulama besar Indonesia generasi awal kemerdekaan, yaitu Haji Abdul Karim Amrullah atau Buya Hamka. Buku ini memang pertama kali diterbitkan tahun 1966, tapi menurut saya masih relevan dengan isu2 saat ini. Buku ini membahas tentang konsep keadilan sosial berdasarkan ajaran Islam dan aspek apa saja yg perlu dipertimbangkan. Menurut penulis buku ini, Keadilan sosial pada suatu negara akan terjadi dengan dasar akhlak individu yang mulia d an bersihnya jiwa dari penyakit hati seperti munafik, sombong, rakus dll, yg sifat2 tersebut tentunya akan berpengaruh kepada berbagai bidang di negara, yaitu hukum, politik dan ekonomi. Di buku ini juga diperlihatkan tuntunan Islam apa saja yang yang dapat menuntun ketiga bidang tersebut untuk mencapai keadilan sosial seperti kewajiban zakat, musyawarah, perlakuan terhadap kaum minoritas. Pada bab terakhir juga dijelaskan contoh2 dengan melihat kejadian2 sejarah, baik sejarah peradaban Islam maupun perada...

Petuah dari Buya Hamka (1)

Hamka, Prof.Dr., (2016 , terbit pertama 1941): Lembaga Budi. Republika: Indonesia

AIR DAN HUJAN

Pas liburan kemaren kebetulan nonton film dokumenter berjudul "Wild Weather: Water" yg dipresentasikan oleh salah satu presenter favorit saya, Richard Hammond dengan style khasnya yang jenaka dan dengan bahasa yg mudah dimengerti (yg dulu sering nonton Top gear pasti tahu). Film ini intinya ingin mengetahui tentang fenomena hujan. Berikut ini rangkumannya: - Sebuah percobaan dilakukan dengan menggunakan helikopter yg membawa semacam spons yg digantung untuk menyerap air di awan . Setelah dikalkulasi, dan melakukan prediksi, maka diawan tersebut kurang lebih ada sekian ton air. - percobaan berikutnya adalah, mencoba menumpahkan air sekian ton sekaligus dari ketinggian rendah, mungkin 4 m (pake semacam crane dan ember gede) ke sebuah sedan. Hasilnya sedan tersebut hancur, penyok dan kaca2nya pecah. Pertanyaannya kenapa hujan yg mengeluarkan air sekian ton kok gak ngancurin yg ada dibawahnya? - berikutnya, Hammond membuat dan mencoba menghancurkan "istana" pasir...