Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Leadership

Konsisten

Konsistensi menjadi syarat sukses dunia akhirat. Di beberapa ayat Quran. Orang2 yang mau beribadah dalam keadaan apapun menjadi ciri2 yg peluang sukses dunia akhiratnya tinggi. Salat menjadi sarana utk melatih konsistensi diri. Solat 5 waktu setiap hari apalagi kalau bukan utk melatih konsistensi. Ada kalanya kita semangat solat, kalau lagi senang saja, atau ketika lagi sedih dan ditimpa kesusahan saja. Ada kalanya juga baru mau solat kalau senggang saja, tapi ketika sibuk jadi tidak solat. Sedekah juga. Ada kalanya kita mau sedekah kalau lagi punya uang saja, tp ketika sedang kesulitan jadi berhenti sedekah. Atau ketika sedang senang kita sedekah, kalau sedih berhenti sedekah atau sebaliknya. Konsistensi selalu jadi ujian bagi umat manusia. Siapa yg lolos dia yg sukses. Berarti kebaikan sudah jadi kebiasaan. Latihan tersebut seharusnya terealisasi dalam kehidupan sehari2. Apakah kita berlaku baik dengan orang yang berbuat baik saja ke kita atau siapapun? Atau apakah kita hanya bekerja...

Lingkungan Kondusif, Prestasi Melimpah

Beberapa waktu lalu saya mendengar video rekaman wawancara pesepakbola legendaris Inggris yang sedang berkunjung ke Jakarta, yaitu David Beckham yang diwawancarai oleh presenter kesohor tanah air, Najwa Shihab pada tahun 2018. Dalam wawancara tersebut, Beckham diminta memberikan opini tentang sepakbola Indonesia yang masih kesulitan berprestasi di kancah internasional. Yang menarik, ia menjawab yang kurang lebih  : “Dari pengalaman saya bertahun-tahun bermain sepakbola di dunia, saya adalah orang beruntung yang bertumbuh besar di dunia yang percaya akan sistem akademik yang memberikan kesempatan pemain muda untuk bisa jadi pemain profesional. Banyak negara dengan pemain dan tim di dunia yang tidak memiliki infrastruktur seperti itu dan disanalah akar masalahnya. Harus dimulai dari level akar rumput, dari dasar, membawa mereka dari sana, memberi kesempatan ke anak-anak. Saya menghabiskan waktu cukup lama di Indonesia dan menurut saya, orang-orang Indonesia berbakat. Seharusnya ana...

Belajar Leadership dari “Band of Brothers”

Leadership (kepemimpinan) menjadi salah satu topik yang gw perhatikan sejak sekitar 5 tahun terakhir. Sebetulnya mungkin jauh sebelum itu. Alasan gw tertarik bukan karena gw tipikal “ leade r banget” gitu, tapi justru gw defaultnya kurang banget jiwa kepemimpinannya. Karena itu gw selalu coba belajar untuk bisa meningkatkan kapasitas kepemimpinan gw. Tiba-tiba timbul pertanyaan dalam otak gw, kapan ya gw mulai tertarik, atau setidaknya aware bahwa ada topik atau ilmu soal leadership ? TK, SD rasanya gw gak banyak terpapar karena gw gak ikut paskibra dan sebagianya. Paling sempet tahu sedikit kalau bokap gw memimpin perusahaannya sendiri. Terus juga paling gw sempet inget gw pertama kali jadi pemimpin upacara adalah saat SD. Atau tahu kalau tim bola ada kaptennya. Tapi tetap gak ngerti esensinya.  Setelah gw inget-inget lagi, kayaknya gw mulai aware sekitar SMP. Bukan dari kegiatan sekolah, bukan dari buku, tapi dari mini-series yang gw tonton, yaitu “Band of Brothers” .  Ba...

10 Penghambat Menjadi Wirausahawan dan Lesson Learned

Menjadi entreprenur sempat menjadi cita-cita gw ketika kuliah. Ketika itu ada kuliah-kuliah bertema wirausaha sehingga gw pun termotivasi untuk bergelut di profesi tersebut. Gw pun lulus kuliah sempat mencoba membuat usaha sendiri di bidang Apparel bareng beberapa temen gw. Namun keberjalanannya tidak cukup baik dan akhirnya gw memutuskan untuk berhenti dan kini saya menjadi karyawan. Meski masih penasaran dan masih tertarik dengan isu-isu entreprenur, gw mencoba merefleksikan diri apa sih hambatan yang membuat gw seolah gak bisa “lepas” dan all out menjadi entreprenur.  10 PENGHAMBAT MENJADI WIRAUSAHAWAN  Ada sekian alasan. Sebut saja Excuse atau mental block. Gw gak tau orang lain ngadepin ini apa gak. Tapi ya nyatanya gw ngadepin ini:  1. Biar Keren Gw cukup banyak kenal wirausahawan. Bokap dan kakak gw, beberapa sodara dan temen gw pun   adalah wirausahawan. Gw jujur selalu kagum pada kekerenan Wirausahawan dari sisi Kemandirian, Kepemimpinan, p...

Latihan Pengambilan Keputusan

Salah satu bagian dari kepimpimpinan (leadership) adalah pengambilan keputusan (Decision making). Pengambilan keputusan buat gw merupakan hal yang paling sulit dilakukan. Mungkin ada faktor gw waktu kecil terlalu manja dan mengandalkan orang lain untuk mengambil keputusan. Akibatnya pengambilan keputusan menjadi hal-hal yang sampai saat ini masih “dilatih” terus. Sebetulnya dari kecil gw udah dilatih soal pengambilan keputusan sama orang tua gw dengan berbagai cara. Tapi momen yang sampai sekarang gw inget soal latihan pengambilan keputusan di hidup sekolah adalah ketika masa SMA. Waktu SMA (Gw di SMA 28 Jakarta), sekitar tahun 2006-an kelas 2 gw mengikuti kegiatan unit kesenian yang berjudul “Kolaborasi Unit Kesenian SMA 28”, sebuah pertunjukkan teater yang digabungkan dengan kesenian lain seperti musik, band, vocal group. Pertunjukkan ini dipandu oleh pelatih kami yang bernama mas Herry W. Nugroho dan penata musik (kalau tidak salah) bernama mas Aryo. Saya ikut sebagai pemain Ke...

TITIK PERUBAHAN : MASA-MASA PENEMPAAN DI SMA

Kalau mengingat-mengingat apa salah satu titik perubahan dalam hidup gw adalah ketika masa SMA. Pada masa kecil hingga SMP, gw bisa dibilang orang yang cukup manja. Pemalu, penakut dan sangat mengandalkan orang lain serta orang yang super gak pedean. Mungkin itu semacam sifat default gw sih, mengingat latar belakang gw adalah anak bungsu (anak ke 2 dari 2 bersaudara). Jadi mungkin gw cenderung selalu "berlindung" di balik bokap atau kakak gw. Momen yang bisa menggambarkan keadaan gw waktu itu adalah ketika itu kami sekeluarga lagi naik mobil menuju acara, dan gw disuruh turun sebentar balikin Laser Disc (masih inget piringan CD yang super gede itu?) ke tempat penyewaan. Tapi karena gw takut dan malu, akhirnya gw pura-pura tidur dan akhirnya kakak gw yang turun balikin.  Pas menjelang masuk SMA (kebetulan gw keterima di SMA 28 Jakarta), entah kenapa kepikiran dan sadar "rasanya kalau sifat gw seperti ini terus gak baik kedepannya ". Jadi gw memutuskan untuk menc...

NIAT BAIK BELUM TENTU OUTPUTNYA POSITIF

Setiap orang pasti memiliki niat dan tujuan yg baik. Sebagai contoh adalah seorang penceramah (khususnya penceramah jumat) saya yakin pasti memiliki niat baik untuk menyampaikan suatu ilmu kepada audiens agar audiens dapat paham dan dapat mengamalkannya. Namun dr penilaian saya ada beberapa jenis penceramah yaitu: Tipe A Penyampaian materi jelas,fokus, bahasanya efisien, dan efisien waktu, intonasi enak didengar. Meski cuman 15 menit tp materinya ngena bgt. Tipe B Materi yg disampaikan sangat padat, nyebutin sumbernya lebih banyak dibandingkan materinya, kesannya agak bertele2 dan tentunya waktu lebih panjang (bs sampai 30 menit lebih, sampai waktu istirahat karyawan abis). Materinya jadi gak terlalu ngena Tipe C. Materinya jelas,tetapi terlalu banyak menyudutkan pihak2 dan pribadi tertentu (bahkan eksplisit nyebut nama) dengan nada tinggi, waktu bs lebih dr 30 menit, biasanya saya jadi lupa materinya apa karena capek dengerinnya Tipe D. Jenis ini Som...

3 JENIS PILIHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

Glosarium - prinsip: apa yg diyakini atau diharapkan suatu individu - dunia : siapapun selain individu tersebut - hasil : apapun yg didapat, entah duit maupun hasil non duit Sedikit tulisan random. Wisdom from real life. Dr pengalaman dan perenungan, dapet kesimpulan pada dasarnya tiap org akan menghadapi 3 jenis pilihan dalam mengambil keputusan, baik untuk urusan pekerjaan, bisnis maupun sosial politik,dsb, dan tiap pilihan tersebut memiliki konsekuensinya masing2. Ini bakal dihadapi jg baik ketika sebagai individu biasa maupun sebagai pemimpin,yaitu: 1. RADIKAL/IDEALIS Ciri2: - punya prinsip yg ingin "dunia" ngikutin prinsip tersebut - HIGH RISK, HIGH but SLOW RETURN Recommended utk: - punya prinsip dan keyakinan tinggi - punya "unlimited" resource (dana, sdm, strategi, presisi dll) - hasil lama gak pa pa, tp yg penting prinsip tercapai 2. KOMPROMISTIS Ciri2: - Tetep punya prinsip, tapi memahami bahwa "dunia" belum "siap...

UNTITLED

Catatan: - tidak ada jokes pada tulisan ini juga. Jadi jangan kecewa haha - penulis melalui tulisan ini tidak berniat untuk sok suci dan sok bener. Hanya ingin menyampaikan pikiran saya yg mudah2an bener - tulisan ini Gak bermaksud untuk menyudutkan pemeluk agama tertentu. Hanya menyoroti berbagai fenomena yg terjadi disekitar kita dan diantara kita sebagai masyarakat. Mungkin kalo ngeliat realita yg menyedihkan seperti melihat suatu sistem yg membuat mayoritas manusia didalamnya rusak, membuat super pesimis. Ditambah apalagi peran media yg bikin seolah "semuanya orang jahat" makin bikin kite makin down. Sampe lupa sebetulnya didalamnya sebetulnya masih ada orang2 baik yg tidak ingin terbawa arus buruk. Tentunya kita semua gak mau terbawa sampak akibat sistem yg buruk, karena itu salah satu caranya adalah bergaul atau menjalin silaturahim dengan orang2 baik tersebut. Diharapkan hal tersebut bisa semakin menguatkan prinsip kita untuk tetap tidak terbawa arus...

Keindonesiaan dan Keumatmanusiaan

Catatan: tulisan saya ini mungkin tidak bisa dipukul rata untuk semua bidang, karena ada beberapa bidang yg saya rasa sudah kondusif di Indonesia. Dulu ketika saya masih dilanda Chauvinisme akut (cinta negara berlebihan) menganggap bahwa setiap warga Indonesia yg berkarir diluar negeri adalah kurang nasionalis. Tapi setelah melihat realita yang terjadi memang ada beberapa bidang yg menurut saya memang tidak kondusif di negeri kita tercinta ini. Temuan2, hasil karya dan lainnya yang bisa menjadi solusi2 untuk umat manusia diberbagai bidang malah kadang jadi tidak bisa "muncul" akibat macam2, premanisme dari grassroot sampe lembaga pemerintah tertinggi, kebijakan2 yg kadang rancu, dll. Hasilnya? Belom para insan menerapkan hasil temuan atau karyanya sudah dihadang macem2. Upeti, rumitnya birokrasi, dan paling jahat sampai pencurian karya dan diklaim sendiri. Akibatnya para insan tersebut mungkin lebih memilih keluar negeri dan berkarya disana dengan kesejahteraan dan ik...

ROHIS ( yang katanya Sarang TERORIS) dan Perubahan Hidup

Lagi-lagi, sebuah stasiun TV menayangkan sebuah liputan yang menyebutkan bahwa jaringan teroris direkrut dari anak2 rohis di sekolah-sekolah. Sehingga rohis-rohis di sekolah menurut media tersebut identik dengan jaringan terorisme.  Ketika mendegar hal tersebut, jujur aja, saya sangat kesal. Seenaknya menjudge seperti itu. Saya yakin mereka tidak pernah melakukan penelitian dan mungkin juga ada indikasi untuk merusak citra Islam. Tapi ya bodo amet lah dengan urusan politik, konspirasi lala lili. Saya akan menceritakan perubahan hidup saya melalui rohis.  Ketika SMP dan SMA, sebetulnya saya tidak terlalu aktif di eskul Rohis (Rohani Islam), karena jujur aja, ketika itupun saya tidak terlalu suka dengan image anak2 rohis yang kaku. Dan waktu SMA pun waktu saya dihabiskan untuk eskul yang lain. Tetapi, dalam hati saya masih ingin sekali mempelajari agama saya sendiri.  Baru saat kuliah di Fakultas Seni RUpa Desain ITB (FSRD ITB) tahun 2007, saya mulai tertarik mengikut...