Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar Leadership dari “Band of Brothers”

Leadership (kepemimpinan) menjadi salah satu topik yang gw perhatikan sejak sekitar 5 tahun terakhir. Sebetulnya mungkin jauh sebelum itu. Alasan gw tertarik bukan karena gw tipikal “ leade r banget” gitu, tapi justru gw defaultnya kurang banget jiwa kepemimpinannya. Karena itu gw selalu coba belajar untuk bisa meningkatkan kapasitas kepemimpinan gw. Tiba-tiba timbul pertanyaan dalam otak gw, kapan ya gw mulai tertarik, atau setidaknya aware bahwa ada topik atau ilmu soal leadership ? TK, SD rasanya gw gak banyak terpapar karena gw gak ikut paskibra dan sebagianya. Paling sempet tahu sedikit kalau bokap gw memimpin perusahaannya sendiri. Terus juga paling gw sempet inget gw pertama kali jadi pemimpin upacara adalah saat SD. Atau tahu kalau tim bola ada kaptennya. Tapi tetap gak ngerti esensinya.  Setelah gw inget-inget lagi, kayaknya gw mulai aware sekitar SMP. Bukan dari kegiatan sekolah, bukan dari buku, tapi dari mini-series yang gw tonton, yaitu “Band of Brothers” .  Ba...

Beda Era Musik 90an-2000an awal dan Era Internet

Sempet bertanya-tanya, gw sebagai penikmat musik, kenapa dengerinnya kok itu-itu aja ya. Untuk mempermudah bahasan di artikel ini saya kelompokkan era musik menjadi 2, yaitu era 90an-2000an awal dan Era internet. Udah tahun 2020, gw masih dengerin musik-musik era 90an-2000an awal. Dewa, Padi, Ari Lasso, Kerispatih, Samsons, Glenn Fredly dll masih menjadi list favorit gw di spotify, youtube dan media sosial lainnya.   Apa sih perbedaannya musik di kedua era tersebut? Gw coba-coba menganalisis singkat dan menyimpulkan bahwa memang ada perbedaan dari kedua era tersebut. Apa saja? Berikut ini hasil analisis saya : 1. BAND vs SOLO 90an - 2000an awal cenderung banyak musisi berformat band, 1 grup berisi vokalis, pemain alat musik drum, gitar, keyboard, bass dan sebagainya.  Sementara era Internet cenderung banyak musisi solo.  List 90an - 2000an awal : Dewa, Fadly, Kahitna, Yovie and Nuno, Kerispatih, Samsons, Maliq d Essential etc List Era Internet : Tulus, Raisa, Yura Yu...

CERITA MENUJU ITB

Masih dalam rangka 100 tahun Institut Teknologi Bandung (ITB)  beberapa bulan yang lalu. Banyak teman-teman yang menuliskan pengalaman-pengalaman saat masuk kampus tersebut. Terinspirasi dari itu, gw pun juga ingin sedikit menuliskan cerita gw menuju kampus. Semoga belum basi. SMA Sebelum langsung cerita tentang saat pengumuman kelulusan, gw sedikit flashback ke kelas 1 SMA.  Ketika SMA, berkaca dari nilai-nilai akademis gw yang medioker dan cenderung papan bawah, khususnya di pelajaran IPA, gw sudah menginginkan suatu saat kuliah tidak lagi bertemu dengan Fisika, Kimia, Matematika dan Biologi. Waktu naik kelas 2 pun gw sudah di "vonis" masuk IPS karena nilai gw tidak cukup masuk IPA. Namun karena ada beberapa yang mengundurkan diri dari kelas IPA, maka gw ditawarkan lagi masuk IPA. Gw sebetulnya tidak mau, namun ayah gw meyakinkan untuk masuk IPA agar nanti saat pemilihan jurusan bisa fleksibel (jalur IPC, ilmu pengetahuan campuran). Jadilah gw masuk IPA.  Mas...

My Favorite Military vs Alien Film (updated 2021)

Kali ini gw mau bahas lagi  tentang film. Masih dalam suasana pandemi, semoga kita bisa melalui pandemi ini dengan sehat dan selamat. Barangkali butuh hiburan sembari stay at home, gw mau rekomendasi beberapa film. Buat gw, film bertema alien selalu menarik, walau gak semua gw suka. Lebih spesifik lagi, gw suka film-film alien yang banyak action dan perangnya, dibandingkan yang banyak adegan jijik dan sadis. M anusia yang diwakili pihak militer melawan invasi alien. Kita singkat aja Military vs Aliens. Ceritanya cukup jelas, bagaimana militer manusia harus bersiasat dan berjuang menghadapi serangan alien. Dan tokoh-tokoh dan aksi militer cukup mendominasi pada film.  Berikut ini beberapa film favorit saya di genre tersebut: 1. Starship Troopers (1997) Kisahnya di masa depan abad 23, manusia di bumi yang sudah bersatu dibawah United Citizen Federation harus berperang dengan alien dari planet lain karena bumi diserang oleh meteor yang dibelokkan oleh alien tersebut. UCF pun ak...

10 Penghambat Menjadi Wirausahawan dan Lesson Learned

Menjadi entreprenur sempat menjadi cita-cita gw ketika kuliah. Ketika itu ada kuliah-kuliah bertema wirausaha sehingga gw pun termotivasi untuk bergelut di profesi tersebut. Gw pun lulus kuliah sempat mencoba membuat usaha sendiri di bidang Apparel bareng beberapa temen gw. Namun keberjalanannya tidak cukup baik dan akhirnya gw memutuskan untuk berhenti dan kini saya menjadi karyawan. Meski masih penasaran dan masih tertarik dengan isu-isu entreprenur, gw mencoba merefleksikan diri apa sih hambatan yang membuat gw seolah gak bisa “lepas” dan all out menjadi entreprenur.  10 PENGHAMBAT MENJADI WIRAUSAHAWAN  Ada sekian alasan. Sebut saja Excuse atau mental block. Gw gak tau orang lain ngadepin ini apa gak. Tapi ya nyatanya gw ngadepin ini:  1. Biar Keren Gw cukup banyak kenal wirausahawan. Bokap dan kakak gw, beberapa sodara dan temen gw pun   adalah wirausahawan. Gw jujur selalu kagum pada kekerenan Wirausahawan dari sisi Kemandirian, Kepemimpinan, p...

Racauan Ramadhan 2020

Yap, ini pertama kalinya saya Idul Fitri tidak mudik (lebih tepatnya pulang kota) ke rumah orang tua dan mertua di Jakarta. Himbauan pemerintah untuk tidak mudik dan tetap dirumah dalam mencegah penyebaran Covid 19 ini saya dan keluarga coba ikuti. Entah sampai kapan pandemi akan berlalu, terlebih lagi ngelihat berita, sangat disayangkan banyak masyarakat mengabaikan himbauan tersebut sehingga pasar-pasar dan jalanan jadi sangat ramai.  Meski sedang menghadapi pandemi, ada beberapa yang saya suka dari Ramadhan tahun ini. Salah satunya adalah tidak adanya buka puasa bersama. Saya sejujurnya sih suka bersilaturahim ketemu temen-temen, ngobrol-ngobrol, tukar informasi dan sebagainya. Ketika ada kesempatan buka bersama biasanya hampir selalu ikut, khususnya teman-teman dekat. Tapi bersilaturahim saat buka puasa saya ngerasa dari dulu kurang nyaman. Ngerasa kayak bukan waktu yang pas aja sih. Disamping, di tempat-tempat tertentu susah cari Mushola, makanan nunggu lama (karena banya...

Jangan Segan Berdoa

Dalam kehidupan kita, baik dalam kehidupan pekerjaan, bisnis, keluarga, dll, ada jutaan variable yang menjadi penentu kelancaran urusan-urusan kita. Secara sederhana, Variabelnya adalah diri kita sendiri, orang lain, non manusia.   DIRI SENDIRI/ INDIVIDU, kelancaran urusan kita akan tergantung dari variabel diri sendiri seperti mood, kesehatan, lupa-ingat, emosi, tenang-panik dan hal lainnya yang dipengaruhi oleh sel, jaringan, organ dan keseluruhan yang ada di tubuh kita sendiri.   ORANG LAIN, Selain diri kita, tentu orang lain menjadi variabel berikutnya. Orang lain juga menjadi hal yang berpengaruh terhadap kelancaran urusan kita. Ada kalanya kita bertemu bertemu dengan orang-orang yang menjadi solusi dalam setiap permasalahan kita, atau bertemu dengan orang-orang yang malah menjadi penghambat dengan urusan kita. NON MANUSIA , variabel non manusia juga menjadi hal yang berpengaruh lainnya.  Cuaca, suhu, tumbuhan, binatang,  uang, SDA, dan lain...