Langsung ke konten utama

Postingan

SEGMENTED mungkin sudah menjadi takdir saya.

Suatu ketika saya merenung sejenak ketika ingin mengambil langkah utk masa depan. - Sejak SMP saya sukanya cenderung SEGMENTED yaitu segala hal tentang militer.  - Ketika SMA saya masuk ke Eskul yang SEGMENTED (ketika itu peminatnya sedikit), yaitu eskul Pecinta Alam  - Kuliah pun, saya mengambil jurusan yang peminatnya cenderung sedikit alias SEGMENTED, yaitu Desain Produk Fakultas Seni RUpa dan Desain.  - Kemudian ketika kuliah saya menjadi ketua pada sebuah organisasi yang tidak banyak orang yang meminatinya. SEGMENTED - Ketika tugas akhir pun saya memilih judul tugas akhir yang tidak banyak orang memilihnya alias SEGMENTED - saya memilih jalan SEGMENTED yaitu tidak mau pacaran sampai belom siap nikah karena itu sudah kenyang saya menghadapi pertanyaan2 dan pernyataan2 yang penuh rasa "keingintahuan" (*alias skeptis) seperti :  - Idih mau sih ngurusin gituan?  - Hobi kamu aneh ya.destruktif banget. - ihh jurusan lo emang kerjanya apa? yang gambar...

"Zero Dark Thirty", perpaduan beberapa genre film

Suatu ketika saya membaca sinopsis dari "Zero Dark Thirty", sebuah film dari Kathreryn Bigelow. "Wow kok udah difilmin aja, padahal kejadiannya baru 2 tahun" itu respon pertama saya ketika yang diangkat adalah pengejaran hingga pembunuhan seseorang yang dikenal banyak orang sebagai Teroris yang merencanakan penyerangan WTC 9/11 dll. Meskipun saya sudah tidak akan percaya 100% dari isi yang akan difilmkan,  tapi rasa penasaran sangat besar. Akhirnya disela2 kebingungan apakah nonton Zero Dark Thirty atau Django Unchained, akhirnya saya memilih film pertama. Mengapa saya memberi judul diatas? tidak lain karena memang ni film cita rasanya campur2. Berikut ini saya bahas. Sesi Pertama : Film Thriller Penyiksaan  adegan pembuka film ini cukup mengerikan. Memperlihatkan seorang tertuduh teroris disebuah penjara rahasia sedang disiksa oleh CIA dan tokoh utamanya, agen Maya. Siksaannya berupa digebukin, ditarik pake rantai kayak anjing, ditelanjangin, bahkan dengan tek...

Lelucon oh Lelucon

Akhir-akhir ini, banyak (banyak menurut ukuran saya: 1-2 orang)  yang bertanya, kenapa tulisan2 blog saya serius2 banget. "Kalo gak nulis resume perjalanan, ya teknologi atau film,Mana lelucon2 humor seperti diawal? " begitu kata seseorang. abis lulus, memang banyak sekali yang dialami dan ditemui. Bertemu dengan realita diluar kampus itu, entah kenapa mengurangi waktu untuk membuat lelucon. sehingga selera humor saya (yang sudah menyedihkan kata orang2), makin berkurang. Ada bagusnya juga sih, saya semakin berkurang dalam membuat sesuatu yang tidak bermakna *alah. Tapi ada juga yang hilang. Kespontanan, pengeluaran ide dll., jadi berkurang. Ya begitulah, singkat cerita, arah selera humor saya agak berubah. Dari yang membuat dan merencanakan sebuah lelucon, menjadi lelucon dengan menanggapi omongan orang yang sangat super spontan. udahlah, gak usah banyak diomongin. contohnya : X.:"oy, ada card reader gak?" Y: " Gak ada euy" X:" kalo heart ...

Flores, NTT (2) : Menuju Danau Kelimutu

Setelah dari Pulau Komodo, keesokan harinya, kami menuju destinasi wisata berikutnya, yaitu, Danau Tiga Warna, alias Danau Kelimutu. Danau Kelimutu yang terletak di deket desa bernama Moni harus ditempuh sekitar 14 jam menggunakan mobil. Namun karena perjalanan dibagi menjadi 2 sesi, Labuan Bajo-Badjawa, Badjawa-Moni.  Dengan kondisi geografis pulau Flores yang berkontur perbukitan, menyebabkan jalan antar kota berupa jalan berkelok tapal kuda tanpa henti dan naik turun bukit. Hasilnya? SAYA MUNTAH 2 KALI.  Terima kasih kepada antimo yang telah meredakan mabuk darat saya selama perjalanan berikutnya. Dalam perjalanan menuju kota Badjawa, kami berhenti dan melihat pemandangan tidak lazim, yaitu Sawah berbentuk potongan pizza. Orang Flores menyebutnya Sawah Linkolindang. Supir sewaan kami hanya menyebutkan sedikit info tentang Sawah tersebut. 1 Lingkaran sawah berarti untuk 1 suku atau keluarga. saya lupa. Sawah Linkolindang Sawah ini dikelilingi bukit2 ...

Flores, NTT (1) : Labuan Bajo, Pulau Komodo dan Sekitarnya

Kemajuan Bangsa, Angkatan Udara, dan Film "Narsis"

Baiklah, saya memang menyukai film-film aksi, khususnya aksi/perang. Saya melihat ada sebuah fenomena menarik dari film aksi perang.Yap, saya akan membahas judul diatas.... Ada sebuah hubungan menarik antara Film, Angkatan Udara, dan Kemajuan Bangsa. Pertama saya akan membahas introduksi dulu. Ketika sebuah negara, secara ekonomi mapan dan tergolong negara maju, biasanya pasti akan diikuti dengan perkembangan militernya. Baik secara teknologi dan jumlah. Bisa kita lihat beberapa contoh. Sudah pasti si Paman SAM alias Amerika Serikat dengan kebesaran militernya yang hampir menjangkau seluruh dunia, kemudian China yang mulai menguasai teknologi2 canggih, Korea Selatan, Prancis, India dst. Kemudian,untuk mengetahui kekuatan militer negara tersebut umumnya dapat kita lihat dari angkatan udaranya. Kenapa? Pertama, filosofi perang dari seseorang filsuf perang, yang menyebutkan " Siapa yang menguasai udara, niscaya akan memenangkan peperangan". Dan memang kenyataan, biasan...

Berpikir dan Fanatik

" Orang Indonesia mengajari agama nya hanya WHAT dan HOW nya. Tetapi tidak dengan WHY?" kata Seorang Ustadz yang mualaf. Mungkin pernyataan diatas tidak hanya untuk urusan agama tapi hal2 lain juga seperti pelajaran sekolah dll. Hal tersebut menyebabkan kita tidak tahu sebenarnya, apa sih gunanya mempelajari ini sehingga kita menjalani sesuatunya hanya karena "udah kayak gitu dari sananya", "semua orang melakukan itu" atau "udah turun temurun" tanpa adanya kesadaran pribadi. Akibatnya adalah Fanatik.Fanatik dalam artian Percaya-percaya aja terhadap sesuatu tanpa dipelajari dan diklarifikasi. Dan sayangnya tuduhan2 Fanatik ini hanya ditujukan untuk orang /ormas Islam saja. (mungkin memang ada yang seperti itu).Tapi menurut saya agak aneh kalo ditujukan untuk Islam saja Orang yang berhaluan Liberal, Komunis, Nasionalis pun sebetulnya juga cenderung Fanatik. Gak hanya ideologi, orang yang ansos pun cenderung fanatik juga dengan ke ansos a...